Selasa, 17 Juli 2018
   EN   

I Info BKIPM

“ Ayo Kita Berantas Koruspi Untuk Mewujudkan Masyarakat Kelautan dan Perikanan yang Sejahtera “

 

 

 

Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas II Palembang memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia 2017

08 Desember 2017, Bertempat di Aula kantor Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan (BKIPM) Kelas II Palembang, kegiatan peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia 2017 dilaksanakan dengan hikmat. Rangkaian kegiatan berisi dengan Deklarasi bersama Pegawai dan pengguna Jasa Karantina Ikan serta Mahasiswa yang di wakili oleh mahasiswa Universitas PGRI Palembang untuk tidak melakukan tindakan Korupsi serta Siraman Rohani.

MW. Giri Pratikno Kepala BKIPM Palembang dalam amanatnya menyampaikan “ Besok tanggal 09 Desember 2017 merupak tonggak sejarah Hari Anti Korupsi Sedunia. Tidak boleh ada keraguan sedikit pun dalam melawan korupsi. Sejak awal saya memimpin BKIPM Palembang 1,5 tahun yang lalu, saya berkomitmen untuk mencegah dan melawan korupsi salah satunya dengan membuat terobosan menghilangkan pola pembayaran jasa hand to hand antara pengguna jasa dan petugas dengan mengganti dengan system pembayaran elektronik.”

Negara kita kaya raya, berlimpah ruah kekayaan laut dan alamnya, tidak akan pernah menghadirkan kesejahteraan yang benar-benar adil bagi seluruh  rakyat, jika korupsi masih di beri toleransi di bumi pertiwi. Karenanya selaku pimpinan saya terus berjuang menjadikan BKIPM Palembang sebagai motor pergerakkannya “ Zero Tollerance For Corruption” tegasnya.

Untuk menegaskan komitmen bersama dalam mendukung anti korupsi dilakukan penandatanganan Deklarasi Anti Korupsi bersama antara seluruh pejabat dan pegawai BKIPM Palembang, penggguna jasa dan mahasiswa. Deklarasi tersebut berisikan komitmen Tidak boleh menyalahgunakan wewewang dan jabatan, berkerja secara professional dan berintegritas, tidak meminta, memberi dan menerima hadiah terkait dengan jabatan dan pekerjaan, serta bersedia dikenakan sanksi tegas jika melanggar.

Ustads Syahroni dalam siraman rohaninya menjelaskan bahwasanya rejeki yang dimakan oleh anak, istri, suami yang didapat dari hasil korupsi akan berpengaruh pada masa depan dan keluarga. Korupsi salah satu bentuk perbuatan tercela yang merugikan banyak orang. Kepada bapak/ibu pegawai sekiranya selalu ingat dan menjaga keimanan jika ada peluang ajakan untuk korupsi. Masih ada kehidupan yang lebih kekal dari pada hidup didunia ini, dan segala perbuatan akan diminta pertanggungjawabannya oleh Allah swt.

 

Komentar




Search