Minggu, 17 Desember 2017
   EN   

I Info BKIPM

SKIPM Merauke Memusnahkan 5 Ekor Ikan Piranha Yang Sangat Berbahaya

Rabu, 31 Mei 2017. Pada hari ini Stasiun KIPM Kelas II Merauke telah memusnahkan 5 ekor ikan Piranha (Pygocentrus nattereri) di Kantor Stasiun KIPM Kelas II Merauke. Pemusnahan dilakukan bersama-sama instansi terkait yaitu Dinas Perikanan Kab. Merauke, KP3 Udara Bandara Mopah Merauke, AVSEC Bandara Mopah Merauke, PSDKP, Satker PSPL dan Pemilik Ikan. Ikan ini merupakan ikan yang sangat berbahaya jika dilepas di perairan umum karena bersifat sangat predator yang bisa menghabiskan ikan-ikan lokal di kabupaten Merauke.

Kronologis Kejadian :

Pada hari Selasa tanggal 09 Mei 2017 sekitar pukul 14:00 WIT, Saudara Liswiyanto dan Laroji melakukan pendataan jenis-jenis ikan yang bersifat invasif (merusak) yang ada di Wilayah Kabupaten Merauke, sesuai dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor PERMEN/KP/41/2014 Tentang Larangan Pemasukan Jenis Ikan Berbahaya Dari Luar Negeri Ke Dalam Wilayah Negara Republik Indonesia.

Pendataan jenis-jenis ikan yang bersifat infasive telah dilakukan di beberapa farm Pengusaha ikan hias. Pada saat pendataan tersebut Petugas Karantina Ikan (Liswiyanto dan Laroji) menjelaskan tentang jenis-jenis ikan yang bersifat Invasif (merusak) yang pemasukannya dilarang di Indonesia, khususnya di Kabupaten Merauke, sesuai PERMEN/KP/41/2014.

Setelah mendapat penjelasan dari Petugas Karantina Ikan salah satu penghobies pun memahami dan mengerti akan bahaya yang diakibatkan oleh jenis-jenis ikan tersebut, dan mengakui telah memelihara ikan Piranha (Pygocentrus nattereri) sebanyak 20 ekor selama kurang lebih 4 Tahun, namun selama kurun waktu 4 tahun tersebut ikan Piranha yang dipelihara hanya tersisa 5 ekor, dan dengan kesadaran beliau menyerahkan 5 ekor ikan tersebut kepada Petugas Stasiun KIPM Kelas II Merauke untuk dilakukan Tindakan Karantina.

Komentar




Search