Kamis, 24 Agustus 2017
   EN   

P PROFIL UPT BKIPM

S SEJARAH BKIPM

 

  • Struktur Organisasi Puskari

    Sesuia dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan,Tugas, danFungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara tertanggal 14 April 2010 kemudian ditindaklanjuti dengan Peraturan Menteri Kelautandan Perikanan Nomor. PER.15/MEN/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan, Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan yang selanjutnya disebut BKIPM berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kelautan dan Perikanan.

    Dalam PER.15/MEN/2010 pasal 1014, BKIPM menyelenggarakan fungsi :

    • Penyusunan kebijakan teknis, rencana dan program perkarantinaan ikan serta pengendalian mutu dan keamanan hasil perikanan

    • Pelaksanaan perkarantinaan ikan serta pengendalian mutu dan keamanan hasil perikanan

    • Pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perkarantinaan ikan serta pengendalian mutu dan keamanan hasil perikanan, dan

    • Pelaksanaan administrasi BKIPM.

    BKIPM terdiri atas:

    • Sekretariat Badan

    • Pusat Karantina Ikan

    • Pusat Sertifikasi Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan

    • Pusat Manajemen Mutu, dan

    • Kelompok Jabatan Fungsional.

    Sekretariat Badan

    Sekretariat Badan mempunyai tugas melaksanakan penyerasian program dan anggaran, kerjasama, serta pembinaan dan pemberian dukungan administratif kepada semua unsur di lingkungan BKIPM.

    Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi:

    • Pelaksanaan penyerasian dan penyusunan rencana, program, anggaran, monitoring dan evaluasi, serta penyusunan kerjasama di bidang karantina ikan, pengendalian mutu, dan keamanan hasil perikanan

    • Pelaksanaan administrasi, pengelolaan, pengembangan dan tata usaha kepegawaian dan jabatan fungsional

    • Pelaksanaan perumusan rancangan peraturan perundang-undangan, penyempurnaan organisasi dan ketatalaksanaan, pengelolaan dokumentasi dan pengembangan sisteminformasi hukum

    • Pelaksanaan perbendaharaan, administrasi keuangan, dan barang kekayaan milik negara, serta pelaksanaan urusan persuratan, tatausaha, rumah tangga dan perlengkapan, dan

    • Pengelolaan sarana dan prasarana teknologi informasi, pengembangan sistem informasi, publikasi, perpustakaan, kehumasan, pengelolaan data dan pelaporan serta layanan pengaduan.


    Pusat Karantina Ikan

    Pusat Karantina Ikan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pengembangan perkarantinaan ikan serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaannya.

    Pusat Karantina Ikan menyelenggarakan fungsi:

    • Perumusan kebijakan operasional perkarantinaan ikan

    • Koordinasi penindakan dan penanganan pelanggaran perkarantinaan ikan dan pembinaan PPNS karantina ikan

    • Perumusan kebijakan tata laksana instalasi dan laboratorium

    • Pengkajian sistem perkarantinaan ikan

    • Pengkajian manajemen risiko hama dan penyakitikan, dan

    • Pelaksanaan tata usaha Pusat Karantina Ikan.


    Pusat Sertifikasi Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan

    Pusat Sertifikasi Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, kriteria, bimbingan teknis, monitoring, evaluasi dan laporan di bidang sertifikasi mutu dan keamanan hasil perikanan.

    Pusat Sertifikasi Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan menyelenggarakan fungsi:

    • Perumusan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria sistem sertifikasi mutu dan keamanan hasil perikanan

    • Pelaksanaan kegiatan sertifikasi, akreditasi dan monitoring, harmonisasi dan penanganan kasus dalam rangka sertifikasi mutu dan keamanan hasil perikanan

    • Monitoring, evaluasi dan laporan penerapan sistem sertifikasi mutu dan keamanan hasil perikanan, dan

    • Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga.


    Pusat Standarisasi, Kepatuhan dan Kerjasama

    Pusat Manajemen Mutu mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, kriteria, bimbingan teknis, monitoring, evaluasi dan laporan di bidang manajemen mutu otoritas kompeten.

    Pusat Manajemen Mutu menyelenggarakan fungsi:

    • Perumusan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, kriteria, monitoring, evaluasi dan laporan di bidang sistem manajemen mutu otoritas kompeten

    • Pelaksanaan penerapan, verifikasi dan bimbingan teknis sistem manajemen mutu otoritas kompeten bidang produksi, laboratorium dan lembaga inspeksi

    • Pelaksanaan kegiatan monitoring, evaluasi dan laporan, dan

    • Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga


    Sampai dengan 2011, Unit Pelaksana Teknik Puskari telah berjumlah 46 unit yang terdiri dari :

    Nama Jumlah Keterangan
    Balai besar KIPM 2 unit kerja setingkat eselon II-b
    Balai Uji Standar Karantina Ikan 1 unit kerja setingkat eselon III-a
    Balai Karantina Ikan Kelas I 7 unit kerja setingkat eselon III-a
    Balai Karantina Ikan Kelas II 5 unit kerja setingkat eselon III-b
    Stasiun Karantina Ikan Kelas I 10 unit kerja setingkat eselon IV-a
    Stasiun Karantina Ikan Kelas II 22 unit kerja setingkat eselon IV-b

     

    Sumber Daya Manusia

    Untuk menjalankan tugas pokok dan fungsinya secara optimal, BKIPM dan UPT-nya memiliki 1664 orang pegawai yang tersebar di kantor Sekretariat Badan, 3 (tiga) Pusat dan UPT-UPT BKIPM di seluruh Indonesia. Jumlah pegawai diusahakan untuk terus ditingkatkan hingga didapatkan rasio ideal antara jumlah pegawai dan beban kerja yang terus berkembang, Komposisi sumberdaya manusia BKIPMdan UPT-nya menurut tingkat pendidikan (per Juni2011) adalah sebagai berikut :

    No Tingkat pendidikan Jumlah Pegawai
    1 Strata 3 (S3) 2
    2 Strata 2 (S2) 115
    3 Strata 1 (S1)/Dip IV(D IV) 729
    4 Diploma III (D III) 370
    5 SUPM 270
    6 SLTA 164
    7 SLTP 12
    8 SD 2
    Jumlah 1664

    Kemampuan Diagnosis

    a. Akreditasi Laboratorium

    Akreditasi merupakan pengakuan resmi kemampuan laboratorium dalam melaksanakan pengujian dan pemeriksaan. UPT karantina ikan yang telah berhasil melaksanakan proses akreditasi laboratoriumnya melalui KAN (Komite Akreditasi Nasional) di bawah BSN (Badan Standarisasi Nasional) adalah Balai Besar Karantina Ikan Hasanuddin Makassar. Sedangkan UPT karantina ikan yang saat ini masih dalam proses akreditasi antara lain adalah Balai Karantina Ikan Kelas I Juanda, Balai Uji Standar Karantina Ikan, Balai Karantina Ikan Kelas I Polonia Medan, Balai Karantina Ikan Kelas I Ngurah Rai Denpasar, Balai Karantina Ikan Kelas I Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Balai Karantina Ikan Kelas II Sam Ratulangi Manado dan Balai Karantina Ikan Kelas II Tanjung Priok Jakarta.

    b. Level laboratorium

    Laboratorium UPT karantina ikan dalam mendiagnosis penyakit ikan digolongkan menjadi:

    • Laboratorium level I
      Memiliki kemampuan diagnosis penyakit ikan golongan parasit dan jamur, teknik dan metode pemeriksaan secara konvensional

    • Laboratorium level II
      Memiliki kemampuan diagnosis penyakit ikan golongan parasit, jamur dan bakteri serta pemeriksaan dengan teknik histologi, teknik dan metode pemeriksaan secara konvensional

    • Laboratorium level III
      Memiliki kemampuan diagnosis penyakit ikan golongan parasit, jamur, bakteri, virus dan teknik dan metode pemeriksaan dilakukan dengan cara konvensional, histopatologi, molekuler, immunologi dan kultur sel.

    Tingkat kemampuan diagnosis HPIK di laboratorium Unit Pelaksana Teknis Karantina Ikan hingga tahun 2008 secara rinci dapat dilihat pada tabel berikut:

    Unit Pelaksana Teknis

    Tingkat Kemampuan
    Diagnosis HPIK

    Level Laboratorium
    Balai Uji Standar Karantina Ikan
    Konvensional,Histopalogi,Molukeler,
    Imunologi, Kultur Sel.
    III
    Balai Besar Karantina Ikan :
    1 BBKI Soekarno-Hatta Tangerang Konvensional, Histopalogi, Molukeler,Imunologi
    III
    2 BBKI Hasanuddin Makassar Konvensional, Histopalogi, Molukeler,Imunologi
    III
    Balai Karantina Kelas I :
    1 BKI Kelas I Juanda Surabaya Konvensional, Histopalogi, Molukeler,Imunologi
    III
    2 BKI Kelas I Ngurah Rai Denpasar Konvensional, Histopalogi, Molukeler,Imunologi
    III
    3 BKI Kelas I Polonia Medan Konvensional, Histopalogi, Molukeler
    III
    4 BKI Kelas I Sepinggan Balikpapan Konvensional, Histopalogi, Molukeler
    III
    5 BKI Kelas I SMB II Palembang Konvensional, Histopalogi, Molukeler
    III
    6 BKI Kelas I Selaparang Mataram Konvensional, Histopalogi, Molukeler
    III
    7 BKI Kelas I Sentani Jayapura Konvensional, Histopalogi, Molukeler
    III
    Balai Karantina Kelas II Ikan :
    1 BKI Kelas II SSK II Pekanbaru Konvensional
    II
    2 BKI Kelas II Tabing Padang Konvensional
    II
    3 BKI Kelas II Supadio Pontianak Konvensional, Histopalogi, Molukeler
    III
    4 BKI Kelas II Sam Ratulangi Manado Konvensional, Histopalogi
    II
    5 BKI Kelas II Wolter Monginsidi Kendari Konvensional
    II
    6 BKI Kelas II Sultan Thaha Jambi Konvensional, Molukeler
    III
    7 BKI Kelas II Syamsudin Noor Banjarmasin Konvensional, Molukeler
    III
    8 BKI Kelas II Tanjung Emas Semarang Konvensional
    II
    9 BKI Kelas II Tanjung Perak Surabaya Konvensional, Molukeler
    III
    Stasiun Karantina Ikan Kelas II :
    1 SKI-II Adi Sucipto Yogyakarta Konvensional
    II
    2 SKI-II Babullah Ternate Konvensional
    II
    3 SKI-II Bau - Bau Buton Konvensional
    II
    4 SKI-II Cirebon Konvensional
    II
    5 SKI-II El Tari Kupang Konvensional
    II
    6 SKI-II Entikong Konvensional
    II
    7 SKI-II Fatmawati Bengkulu Konvensional
    II
    8 SKI-II Gorontalo Konvensional
    II
    9 SKI-II Jeffman Sorong Konvensional
    II
    10 SKI-II Juanta Tarakan Konvensional
    II
    11 SKI-II Luwuk Banggai Konvensional
    II
    12 SKI-II M. Salahuddin Bima Konvensional
    II
    13 SKI-II Mopah Merauke Konvensional
    II
    14 SKI-II Mutiara Palu Konvensional
    II
    15 SKI-II Pangkal Pinang Konvensional
    II
    16 SKI-II Panjang Lampung Konvensional
    II
    17 SKI-II Pattimura Ambon Konvensional
    II
    18 SKI-II St. Iskandar Muda Banda Aceh Konvensional
    I
    19 SKI-II Tahuna Konvensional
    II
    20 SKI-II Teluk Nibung Tj Balai Asahan Konvensional
    II
    21 SKI-II Tanjung Pinang Konvensional
    II
    22 SKI-II Tjilik Riwut Palangkaraya Konvensional
    II
    Karantina Ikan Otorita Batam Konvensional, Molukeler
    III

    Dalam pengembangan dan peningkatan level laboratorium, semua laboratarium UPT karantina ikan diharapkan terakreditasi seluruhnya dengan kemampuan permeriksaan level III.

Search