Indonesia | English
 
Pilih Operator pada kolom sebelah kiri
untuk melakukan Chat dengan menggunakan Y! messenger


 
Download YM!
 


CAPCHA » CAPCHA »
 
 
Anda dapat menuliskan pengaduan, kritik dan saran kepada BKIPM
kami akan secepatnya merespon pesan anda

terima kasih

33.809.942
 
 
 
 
Profil
Balai KIPM Entikong

1. Lokasi UPT

  

Alamat Kantor : Jl. Raya Entikong Km. 0 Komplek PPLB Entikong 78557 Kab. Sanggau Kalimantan Barat
Telepon : 0564-31845
Faximile : 0564-31846
Email : stakariii_etk@yahoo.co.id

 

 

 

 

2. Kontak

 

Nama
Jabatan

No. HP
e-mail
 

 

: Mas Wigrantoro Giri Pratikno, S.Pi., SH., MM
: Kepala Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu
  Dan Keamanan Hasil Perikanan Entikong

:
: stakariii_etk@yahoo.co.go.id
 

 

  Nama
Jabatan
No. HP
e-mail
 
  : Nur Haryanto, S.T.
: Kepala Urusan Tata Usaha SKIPM Kelas I Entikong
:
: stakariii_etk@yahoo.co.go.id
 

 

Nama
Jabatan

No. HP
e-mail
 

 

: Jawawi, S.Pi
: Kepala Sub Seksi Tata Pelayanan SKIPM Kelas I
  Entikong

:
: stakariii_etk@yahoo.co.go.id
 

 

Nama
Jabatan

No. HP
e-mail
 

 

: Riwut Eko T., S.St.PI
: Kepala Sub Seksi Pengawasan, Pengendalian dan
  Informasi SKIPM Kelas I Entikong

:
: stakariii_etk@yahoo.co.go.id
 

 

3. Wilayah Kerja/Satuan Kerja

 

No.

Wilayah Kerja

Gambaran Lokasi

Status

1.

PLBN Aruk Kabupaten Sambas

 

Diresmikan pada tanggal 01 Januari 2011 sebagai jalan lalulintas orang dan barang antar negara

2.

PLB Jagoibabang- Kabupaten Bengkayang

 

 

Belum resmi dibuka sebagai jalan lalulintas orang dan barang antar negara

3.

PLBN Nanga Badau- Kabupaten Kapuas Hulu


Diresmikan pada tanggal 20 Oktober 2012 sebagai jalan lalulintas orang dan barang antar negara

4.

Bandara Sintang-Kabupaten Sintang

 

 


Belum resmi dibuka sebagai jalan lalulintas orang dan barang antar negara

 
 4. Sumber Daya Manusia (SDM)

     Pegawai Stasiun KIPM Kelas I Entikong berjumlah 37 (tiga puluh Tujuh) orang yang terdiri dari : 4 (empat) orang Pejabat Struktural, 4 (Empat) orang Pejabat Fungsional PHPI Ahli, 14 (emppat belas) orang Pejabat Fungsional PHPI Terampil, 2 (dua) orang tenaga administrasi, 3 (tiga) orang pejabat Fungsional Mutu, dan 10 (sepuluh) orang tenaga kontrak. Sedangkan berdasarkan kualifikasi pendidikan sebagai berikut;Pasca Sarjana (S2) 2 (dua) orang, Sarjana  (S1) 7 (tujuh) orang, Diploma 4 (D4) 6 (enam) orang, Diploma 3 (D3) 7 (tujuh) orang, SUPM⁄SMA 15 (lima belas) orang.

 

5. Laboratorium

   Berdasarkan klasifikasi Laboratorium Pengujian dengan tingkat biosafety, Laboratorium Pengujian Stasiun KIPM Kelas I Entikong berada pada kelompok resiko II level dasar. Laboratorium Pengujian Stasiun KIPM Kelas I Entikong melakukan kegiatan pemeriksaan bakteri HPI dan HPIK, kegiatan kultur bakteri dan uji biokimia serta pengujian dengan menggunakan metode PCR.
    Sedangkan menurut tingkat kemampuan melakukan diagnosis penyakit Laboratorium Karantina Ikan dan pengendalian mutu hasil perikanan yang disusun oleh Pusat Karantina Ikan, Level Laboratorium Karantina Ikan dikelompokkan menjadi 3 (tiga) level seperti tercantum pada tabel di bawah ini;

 

Level

Kemampuan Diagnosis

Teknik dan Metoda

I

Diagnosis HPI/HPIK yang disebabkan parasit dan Mikotik

v Konvensional

II

Diagnosis HPI/HPIK yang disebabkan oleh parsit, mikotik dan bakteri

v Konvensional

III

Diagnosis HPI/HPIK yang disebabkan oleh parasit, mikotik, bakteri dan virus

v Konvensional

v Histopatologi

v Molekuler

v Imunologi

v Kultur Jaringan

Berdasarkan kemampuan diagnosis HPI/HPIK di laboratorium dengan melihat klasifikasi di atas, maka Laboratorium Pengujian Stasiun KIPM Kelas I Entikong pada tahun 2012 berada pada Level II dan telah mampu mendeteksi virus dengan metode molekuler atau PCR.

  • Struktur Organisasi Laboratorium Uji SKIPM Kelas I Entikong

  • Sertifikasi Laboratorium Uji SKIPM  Kelas I Entikong   

Laboratorium Penguji Stasiun KIPM Kelas I Entikong telah menerapkan SNI ISO/IEC 17025:2008 dengan nomor LP-554-IDN tanggal 30 November 2011 dengan ruan lingkup akreditasi yang terdiri dari satu jenis virus yaitu Taura Syndrome Virus dan empat jenis bakteri yaitu Aeromonas Hydrophilla, Edwadsilla tarda, Streptococcus iniae dan Vibrio parahaemolyticus .  

  •  Kegiatan Survailen Laboratorium Uji SKIPM Kelas I Entikong

          Pada tanggal 12 Oktober 2012, Laboratorium Uji Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Entikong menerima kunjungan asesor dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) dalam rangka melaksanakan kegiatan survailen. Survailen merupakan kunjungan pengawasan kepada laboratorium yang telah mendapatkan akreditasi. Kunjungan pengawasan tersebut dilakukan pada interval 12 bulan sejak diterimanya sertifikat akreditasi dan dilakukan secara rutin pada tiap tahunnya.
           Sejak menerima keputusan akreditasi pada tanggal 30 November 2011, Laboratorium Uji Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Entikong telah mengaplikasikan secara penuh ISO/IEC 17025:2008 dalam kegiatan pelayanan pengujian. Untuk mengevaluasi penerapan sistem manajemen mutu laboratorium tersebut, maka dua asesor dari KAN yaitu Dra. Susy Lahtiani, Apt., M.Sc dan Ir. Ervia Yudiati selama satu hari penuh memeriksa pelaksanaan ISO/IEC 17025:2008 baik pada persyaratan manajemen maupun teknis. Kepala asesor yaitu Dra. Susy Lahtiani, Apt., M.Sc melakukan pemeriksaan terhadap Miharjo, S.St.Pi selaku Manajer Mutu dalam pelaksanaan persyaratan manajemen mutu, sedangkan anggota asesor yaitu Ir. Ervia Yudiati melakukan pemeriksaan terhadap Jimmy.Y.Elwaren, S.St.Pi selaku Manajer Teknis dalam pelaksanaan persyaratan teknis dari ISO/IEC 17025:2008.
       Beberapa temuan ketidaksesuaian diperoleh pada kegiatan survailen tersebut, namun tidak ada temuan yang masuk kategori serius. Temuan-temuan tersebut menjadi masukan yang baik bagi peningkatan kualitas pelayanan dan keakuratan data hasil pengujian yang ada di Laboratorium Uji Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Entikong. Untuk meningkatkan layanan pengujian, pihak manajemen laboratorium juga berencana untuk menambah ruang lingkup akreditasi terutama parasit di tahun yang akan datang.

 6. Pemantauan

       Pemantauan daerah sebar HPI/HPIK bertujuan untuk mengetahui dan menginventarisasi hama dan penyakit ikan yang dapat mengakibatkan kerugian ekonomi di daerah – daerah wilayah Kalimantan Barat, khususnya di wilayah kerja SKIPM Kelas I Entikong yaitu ; 7 kabupaten yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia. Pemantauan ini juga untuk mengetahui daerah sebar Hama dan Penyakit Ikan Karantina yang mewakili sebaran awal musim hujan.
     Pemantauan Tahap I dilaksanakan pada tanggal 05 Maret s.d 23 Maret 2012 dan Tahap II dilaksanakan pada tanggal 01 Juli s.d 19 Juli 2012. Adapun lokasi pemantauan diprioritaskan pada daerah sentra – sentra produksi ikan dan tempat penampungan ikan, Kawasan mina politan, Balai Benih Ikan, Usaha Perikanan Rakyat dan pasar yang meliputi 7 Kabupaten yaitu ; Kabupaten Sanggau, Kabupaten Sintang, Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Sambas, Kabupaten Sekadau, Kabupaten Melawi dan Kapuas Hulu.
     Metode pemeriksaan ikan atas hasil pemantauan dilakukan dengan cara makroskopis dan mikroskopis, baik untuk jenis parasit, mikotik dan bakteri. Pemeriksaan dilakukan di Laboratorium SKIPM Kelas I Entikong dan juga dilakukan rujukan ke Stasiun Karantina Ikan Kelas I Supadio Pontianak, khusus untuk pemeriksaan virus (KHV).
       Dari pemeriksaan laboratorium yang dilakukan secara mikroskopis dan bakteriologis ditemukan parasit sebanyak 5 jenis dan bakteri 10 jenis bakteri. Jenis parasit yang ditemukan, yaitu Gyrodactylus sp, Dactylogyrus sp, Oodinium, Trichodina sp, dan Epistylis sp. Jenis bakteri yang ditemukan, yaitu Micrococcus sp, Plesiomonas sp, Aeromonas hydrophilla, Chromobacterium sp, Proteus sp, Klebsiella sp, Acinetobacter sp, Moraxella sp, Shigella sp, dan Motil Aeromonas. Aeromonas hydrophilla merupakan bakteri HPIK Golongan II.
        Pemeriksaan HPI/HPIK golongan virus dilakukan untuk mendeteksi Koi Herpes Virus pada ikan mas. Hasil pemeriksaan pada sampel ikan mas pada Kabupaten Sanggau, Kabupaten Sintang, Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Sekadau, Kabupaten Melawi dan Kapuas Hulu dengan metode PCR tidak ditemukan HPIK Koi Herpes Virus (KHP).


7. Lalu Lintas Media Pembawa Dominan

Komoditi Ekspor : Kepiting, udang vanamei, udang putih segar, kerapu segar, kakap segar, kerang-kerangan, bawal laut segar.
Komoditi Impor : Patin segar, kembung beku, bawal segar, tongkol beku, jelawat segar, nila segar, teri kering, sarden beku, puput segar, fillet patin segar, ubur-ubur segar dan sotong beku.

 

 
Share | |
U P T
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...