Indonesia | English
 
Pilih Operator pada kolom sebelah kiri
untuk melakukan Chat dengan menggunakan Y! messenger


 
Download YM!
 


CAPCHA » CAPCHA »
 
 
Anda dapat menuliskan pengaduan, kritik dan saran kepada BKIPM
kami akan secepatnya merespon pesan anda

terima kasih

27.394.432
 
 
 
 
PUNCAK SAIL KARIMATA

Selasa, 18 Oktober 2016 11:00, oleh: Administrator
 

Berbeda dengan perayaan Sail-Sail sebelumnya yang hanya terkonsentrasi pada satu Lokasi, Sail 2016 ini bertempat di 4 (empat) Lokasi yakni Sukadana, Kayong Utara - Provinsi Kalimantan Barat, Provinsi Kepulauan Riau, Provinsi Bangka Belitung dan Provinsi Jambi. Hal ini dilakukan dalam rangka percepatan pembangunan dan pengembangan potensi sumber daya kelautan dan pariwisata lndonesia guna mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil serta menyemarakkan Hari Ulang Tahun Kemardekaan Republik Indonesia ke 71.

Hadir dalam puncak perayaan acara Sail Karimata di Kayong Utara, Presiden Joko Widodo yang dalam sambutannya mengingatkan kita semua bahwa 71 persen Indonesia adalah air, adalah laut. Laut bukan hanya sumber kehidupan dan masa depan kita tapi laut juga menyatukan kurang lebih 17.000 pulau yang kita miliki di nusantara ini. Laut bukan memisahkan antara bangsa, laut bukan memisahkan kita di antara pulau-pulau yang ada tapi laut justru menjadikan kita terhubung satu dengan yang lain.

Perayaan Sail Karimata yang dilaksanakan pada tahun ini, yang setiap tahun juga kita lakukan dimana tahun sebelumnya di Teluk Tomini, tidak boleh berhenti hanya sebatas keramaian, tidak boleh berhenti hanya sebatas seremonial semata. Jangan sampai usau Sail nanti juga langsung sepi, langsung senyap, tidak ada dampaknya bagi pergerakan ekonomi dan rakyat di daerah. Ini juga yang yang tidak diinginkan Presiden dalam sambutannya yang menekankan kepada Jajaran Menteri-Menterinya bahwa Sail ini harus menjadi momentum kita bersama untuk menjaga, untuk merawat dan memanfaatkan sumber daya alam laut kita dengan baik. Juga momentum bersama untuk kembali pada jati diri kita sebagai bangsa bahari, mengembalikan kembali budaya bahari di tengah kita.Sekali lagi kita harus mampu menjadikan sektor kelautan dan perikanan sebagai penggerak perekonomian Indonesia. Kita harus sungguh-sungguh melindungi dan menjaga laut kita. Jaga laut kita dari pencurian ikan, dari illegal fishing. Kita harus jaga laut kita dari pencemaran, kita harus jaga laut kita dari kerusakan ekosistem. Ketika ikan sudah kembali berlimpah kita juga harus terus memperkuat industri perikanan kita. Harus bisa menjadi sumber kehidupan dan menjadikan ikan itu menjadi sumber kehidupan yang berkelanjutan bagi anak cucu kita di masa yang akan datang.


Kita juga tengah mendorong wisata bahari. Kita memiliki pantai-pantai yang indah dan keindahan bawah laut kita banyak yang terbaik di dunia. Kita memiliki Bunaken, kita memiliki Raja Ampat, kita memiliki Teluk Tomini, kita memiliki Selat Karimata di sini, dan banyak yang lainnya.  Ini akan dibenahi semuanya, dibenahi promosinya, dibangun infrastrukturnya dan fasilitas pendukungnya. Sehingga akan menjadi sebuah tempat tujuan wisata, destinasi wisata yang menarik.

Dan ada baiknya, untuk selanjutnya dilakukan lebih gencar lagi promosinya lagi termasuk melalui social media. Sehingga, tempat-tempat yang indah yang ini bisa dikenal di seluruh tanah air dan dikenal di seluruh dunia. Akhirnya, tidak ada keraguan untuk menegaskan bahwa laut adalah masa depan kita bersama. Ayo kita kembali ke laut, kembali ke selat, kembali ke samudera. Jadikan laut sebagai tempat menaruh harapan menuju Indonesia sebagai bangsa bahari, bangsa yang maju, menjadi bangsa pemenang. 

 

.

 

 



Komentar

Berita lain

 
Share | |