Indonesia | English
 
Pilih Operator pada kolom sebelah kiri
untuk melakukan Chat dengan menggunakan Y! messenger


 
Download YM!
 


CAPCHA » CAPCHA »
 
 
Anda dapat menuliskan pengaduan, kritik dan saran kepada BKIPM
kami akan secepatnya merespon pesan anda

terima kasih

27.504.697
 
 
 
 
KKP IDENTIFIKASI 495 EKOR LOBSTER DAN BENIH LOBSTER HASIL TANGKAPAN KEPOLISIAN RI

Kamis, 15 September 2016 02:47, oleh: Humas & Layanan Pengaduan BKIPM
 

 JAKARTA (15/9) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) lakukan identifikasi jenis terhadap 495 ekor jenis lobster dan benih lobster yang berhasil dicegah pengirimannya oleh Polda Metro Jaya di Kawasan Dadap Indah Tangerang tanggal 31 Agustus 2016 lalu. 

Ratusan ekor lobster yang berhasil diamankan oleh petugas itu, berawal dari tertangkapnya pelaku yang kedapatan membawa 60 ekor lobster berukuran di bawah 200 gram (undersize). Setelah dilakukan penggeledahan di tempat tinggal pelaku, ditemukan ratusan lobster dengan berat dibawah 200 gram dalam keadaan hidup. Sehingga total jumlah lobster undersize yang berhasil diselamatkan sebanyak 495 ekor. Selain itu ditemukan juga 600 ekor benih lobster dalam keadaan mati. 
Kepala BKIPM, Rina menjelaskan, BKIPM melalui Balai Besar KIPM (BBKIPM) Jakarta I melakukan pengidentifikasian terhadap ratusan lobster tersebut. Hasil identifikasi menyebutkan bahwa terdapat 3 (tiga) jenis lobster yang terdiri dari : Jenis Pasir sebanyak 413 ekor, jenis Batu sebanyak 79 ekor dan jenis Batik sebanyak 3 ekor. 
“Penangkapan dan pengidentifikasian ini merupakan hasil komunikasi, koordinasi dan kerjasama (K3) yang baik antara BKIPM dengan Polda Metro Jaya,” ungkap Rina. Ratusan lobster tersebut akan segera dilepasliarkan ke habitatnya oleh BBKIPM Jakarta I.
Pelaku saat ini tengah menjalani proses hukum dengan Ditreskrim Polda Metro Jaya. Akibat perbuatannya, kepada pelaku disangkakan telah melanggar Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 01/Permen-KP/2015 tentang Penangkapan Kepiting, Lobster dan Rajungan.
Terkait dengan pidana hukumannya tercantum pada Pasal 88 juncto Pasal 16 ayat 1 Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 juncto Undang-undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan, dengan ancaman pidana paling berat 6 tahun penjara dan denda paling banyak Rp. 1,5 miliar. 
 



Komentar

Berita lain

 
Share | |